اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتُوبُ إِلَيْكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ، وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرُكَ وَلَا نَكْفُرُكَ، وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ.
اَللّٰهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ.
Pelafalan
Allâhümme innâ neste'înüke ve nesteğfirüke ve nestehdîk. Ve nü'minü bike ve netûbü ileyk ve netevekkelü aleyk. Ve nüsnî aleyke'l-hayra küllehû neşkürüke ve lâ nekfürük. Ve nahleu ve netrukü men yefcürük.
Allâhümme iyyâke na'büdü ve leke nüsallî ve nescüd. Ve ileyke nes'â ve nahfid. Nercû rahmeteke ve nahşâ azâbek. İnne azâbeke bi'l-küffâri mülhık.
Terjemahan
Ya Allah! Kami meminta pertolongan kepada-Mu, kami meminta pengampunan atas dosa-dosa kami dan kami berharap agar Engkau memberi petunjuk kepada kami. Kami beriman kepada-Mu, kami bertaubat kepada-Mu dan kami berserah diri kepada-Mu. Kami memuji-Mu dengan segala kebaikan. Kami bersyukur kepada-Mu dan tidak menjadi orang yang tidak bersyukur. Kami meninggalkan dan menjauh dari orang-orang yang durhaka kepada-Mu dan yang melampaui batas.
Ya Allah! Hanya kepada-Mu kami beribadah, hanya untuk ridha-Mu kami shalat dan sujud. Kami berlari menuju rahmat-Mu dan tunduk kepada perintah-Mu. Kami berharap akan rahmat-Mu yang tak terhingga dan kami takut akan azab-Mu. Sesungguhnya azab-Mu yang benar pasti akan menimpa orang-orang kafir.
Dasar Fikih
Dalam mazhab Hanafi, shalat Witir adalah wajib dan pada 365 hari dalam setahun, doa Kunut ini dibaca dengan mengangkat takbir *sebelum* ruku pada rakaat ketiga shalat.
اَللّٰهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Pelafalan
Allâhümmehdinî fîmen hedeyt. Ve a'finî fîmen a'feyt. Ve tevelleni fîmen tevelleyt. Ve bârik lî fîmâ a'teyt. Ve kınî şerra mâ kadeyt. İnneke takdî ve lâ yukdâ aleyk. Ve innehû lâ yezillü men vâleyt. Ve lâ ye'ızzü men âdeyt. Tebârakte rabbenâ ve teâleyt. Feleke'l-hamdü alâ mâ kadeyt. Estağfiruke ve etûbü ileyk. Ve sallallâhü alâ seyyidinâ Muhammedini'n-nebiyyi'l-ümmiyyi ve alâ âlihî ve sahbihî ve sellem.
Terjemahan
Ya Allah! Berikanlah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Berikanlah kesehatan di antara orang-orang yang Engkau beri kesehatan. Jadikanlah aku teman di antara orang-orang yang Engkau jadikan teman. Berkahilah nikmat-nikmat yang Engkau berikan kepadaku. Lindungilah aku dari keburukan apa yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang memberikan keputusan, tidak ada yang dapat memutuskan terhadap-Mu. Siapa yang Engkau jadikan teman tidak akan pernah terhina. Siapa yang Engkau jadikan musuh tidak akan pernah terhormat. Wahai Tuhan kami! Engkau Maha Suci dari segala kekurangan dan Engkau Maha Tinggi. Segala puji bagi-Mu atas keputusan-Mu. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu. Semoga salawat dan salam Allah tercurah kepada Nabi kami Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya.
Dasar Fikih
Dalam mazhab Syafi'i, doa Kunut dalam shalat Witir hanya dibaca pada separuh kedua bulan Ramadhan (mulai dari malam ke-15) pada rakaat terakhir *setelah* ruku.
Pelafalan
[Maliki fıkhında Vitir namazında Kunut duası okuma uygulaması yoktur.]
Terjemahan
[Bidang ini dibiarkan kosong sesuai dengan kaidah fiqh.]
Dasar Fikih
Dalam fiqh Maliki, shalat Witir adalah sunnah muakkadah yang dilakukan setelah shalat Isya dengan satu rakaat tunggal. Menurut kaidah Imam Malik, doa Kunut tidak dibaca dalam shalat Witir. Dalam mazhab Maliki, satu-satunya tempat doa Kunut adalah dalam shalat Subuh yang dilakukan setiap hari tanpa pengecualian. Oleh karena itu, tidak ada teks yang ditetapkan untuk shalat Witir dalam fiqh Maliki.
اَللّٰهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ.
Pelafalan
Allâhümmehdinî fîmen hedeyt. Ve a'finî fîmen a'feyt. Ve tevelleni fîmen tevelleyt. Ve bârik lî fîmâ a'teyt. Ve kınî şerra mâ kadeyt. İnneke takdî ve lâ yukdâ aleyk. Ve innehû lâ yezillü men vâleyt. Ve lâ ye'ızzü men âdeyt. Tebârakte rabbenâ ve teâleyt.
Terjemahan
Ya Allah! Berikanlah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Berikanlah kesehatan di antara orang-orang yang Engkau beri kesehatan. Jadikanlah aku teman di antara orang-orang yang Engkau jadikan teman. Berkahilah nikmat-nikmat yang Engkau berikan kepadaku. Lindungilah aku dari keburukan apa yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang memberikan keputusan, tidak ada yang dapat memutuskan terhadap-Mu. Siapa yang Engkau jadikan teman tidak akan pernah terhina. Siapa yang Engkau jadikan musuh tidak akan pernah terhormat. Wahai Tuhan kami! Engkau Maha Suci dari segala kekurangan dan Engkau Maha Tinggi.
Dasar Fikih
Dalam mazhab Hanbali, membaca doa Kunut dalam shalat Witir adalah sunnah sepanjang tahun, setiap malam. Doa ini dibaca pada rakaat terakhir *setelah* ruku.