اَلتَّحِيَّاتُ لِلّٰهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Pelafalan
Et-tehiyyâtü lillâhi ve's-salevâtü ve't-tayyibât. Es-selâmü aleyke eyyühe'n-nebiyyü ve rahmetullâhi ve berekâtüh. Es-selâmü aleynâ ve alâ ıbâdillâhi's-sâlihîn. Eşhedü en lâ ilâhe illallâh, ve eşhedü enne Muhammeden abdühû ve resûlüh.
Terjemahan
Semua doa, salam, ibadah fisik dan finansial adalah milik Allah. Wahai Nabi! Salam, rahmat Allah dan berkah-Nya semoga tercurah kepadamu. Salam untuk kami dan atas semua hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Dasar Fikih
Imam Abu Hanifah mengambil teks yang diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Mas'ud (r.a), yang merupakan guru terbesar dari aliran Kufah. Ibn Mas'ud menekankan kepastian lafaz ini dengan mengatakan, 'Rasulullah mengajarkan Tahiyyat kepadaku seolah-olah mengajarkan satu surah dari Al-Qur'an'. Menurut fiqh Hanafi, membaca teks ini secara lengkap dan sempurna dalam setiap duduk shalat adalah wajib.
اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّٰهِ.
Pelafalan
Et-tehiyyâtü'l-mübârekâtü's-salevâtü't-tayyibâtü lillâh. Es-selâmü aleyke eyyühe'n-nebiyyü ve rahmetullâhi ve berekâtüh. Es-selâmü aleynâ ve alâ ıbâdillâhi's-sâlihîn. Eşhedü en lâ ilâhe illallâh, ve eşhedü enne Muhammeden resûlullâh.
Terjemahan
Doa-doa yang paling diberkati dan terbaik, serta ibadah yang baik adalah milik Allah. Wahai Nabi! Salam, rahmat Allah dan berkah-Nya semoga tercurah kepadamu. Salam untuk kami dan atas semua hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
Dasar Fikih
Imam Syafi'i lebih memilih riwayat dari sahabat Abdullah bin Abbas (r.a) yang dikenal dengan kedalaman ilmunya dan gelar 'Tercümanul Qur'an'. Dalam teks ini, berbeda dengan riwayat Hanafi, kata 'el-Mübârekât' muncul di awal dan kata-kata dihubungkan tanpa huruf penghubung (dan), langsung dalam bentuk frasa deskriptif. Dalam metodologi Syafi'i, membaca Tahiyyat adalah salah satu dari rukun shalat pada duduk terakhir.
اَلتَّحِيَّاتُ لِلّٰهِ الزَّاكِيَاتُ لِلّٰهِ الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ لِلّٰهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Pelafalan
Et-tehiyyâtü lillâh, ez-zâkiyâtü lillâh, et-tayyibâtü's-salevâtü lillâh. Es-selâmü aleyke eyyühe'n-nebiyyü ve rahmetullâhi ve berekâtüh. Es-selâmü aleynâ ve alâ ıbâdillâhi's-sâlihîn. Eşhedü en lâ ilâhe illallâh, vahdehû lâ şerîke leh, ve eşhedü enne Muhammeden abdühû ve resûlüh.
Terjemahan
Semua salam dan penghormatan adalah milik Allah. Amal yang suci dan bersih adalah milik Allah. Doa-doa dan ibadah yang terbaik adalah milik Allah. Wahai Nabi! Salam, rahmat Allah dan berkah-Nya semoga tercurah kepadamu. Salam untuk kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah, Dia Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Dasar Fikih
Imam Malik, berdasarkan prinsip metodologi fiqh 'Amal-i Ahl-i Medine' (praktik masyarakat Madinah), menganggap lafaz yang diajarkan oleh Hz. Umar (r.a) di Masjid Nabawi kepada masyarakat Madinah sebagai riwayat yang paling utama (afdal). Dalam riwayat ini, penambahan kata 'ez-Zâkiyât' (amal yang bersih dan suci) dan penekanan tauhid dengan ungkapan 'vahdehû lâ şerîke leh' adalah karakteristik dari mazhab Maliki.
اَلتَّحِيَّاتُ لِلّٰهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Pelafalan
Et-tehiyyâtü lillâhi ve's-salevâtü ve't-tayyibât. Es-selâmü aleyke eyyühe'n-nebiyyü ve rahmetullâhi ve berekâtüh. Es-selâmü aleynâ ve alâ ıbâdillâhi's-sâlihîn. Eşhedü en lâ ilâhe illallâh, ve eşhedü enne Muhammeden abdühû ve resûlüh.
Terjemahan
Semua doa, salam, ibadah fisik dan finansial adalah milik Allah. Wahai Nabi! Salam, rahmat Allah dan berkah-Nya semoga tercurah kepadamu. Salam untuk kami dan atas semua hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Dasar Fikih
Dalam mazhab Hanbali, keterikatan yang ketat pada otoritas hadis mutlak adalah prinsip dasar. Imam Ahmad bin Hanbal, sama seperti Abu Hanifah, juga lebih memilih riwayat Ibn Mas'ud (r.a) yang memiliki rantai sanad dan tingkat keabsahan tertinggi. Teksnya sama persis dengan mazhab Hanafi. Menurut mazhab Hanbali, membaca Tahiyyat pada duduk pertama adalah wajib, sedangkan membacanya pada duduk terakhir yang menyelesaikan shalat adalah farz (rukun).