اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ... (Kunut-u Nevâzil Metni)
Pelafalan
Allâhümme innâ neste'înüke... [Sadece olağanüstü durumlarda Vitir Kunut'u veya özel beddua metinleri okunur]
Terjemahan
Ya Allah! Kami memohon pertolongan kepada-Mu... [Tidak dibaca pada hari-hari biasa dalam shalat subuh.]
Dasar Fikih
Menurut mazhab Hanafi, Kunut tidak dibaca dalam shalat subuh pada hari-hari biasa. Namun, ketika terjadi perang, wabah penyakit, atau bencana besar (situasi Kunut-u Nawazil), Kunut hanya dapat dibaca secara terbuka oleh imam setelah ruku dalam shalat subuh yang dilakukan secara berjamaah. Dalam hal ini, biasanya teks yang dibaca adalah dari Witir.
اَللّٰهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Pelafalan
Allâhümmehdinî fîmen hedeyt. Ve a'finî fîmen a'feyt. Ve tevelleni fîmen tevelleyt. Ve bârik lî fîmâ a'teyt. Ve kınî şerra mâ kadeyt. İnneke takdî ve lâ yukdâ aleyk. Ve innehû lâ yezillü men vâleyt. Ve lâ ye'ızzü men âdeyt. Tebârakte rabbenâ ve teâleyt. Feleke'l-hamdü alâ mâ kadeyt. Estağfiruke ve etûbü ileyk. Ve sallallâhü alâ seyyidinâ Muhammedini'n-nebiyyi'l-ümmiyyi ve alâ âlihî ve sahbihî ve sellem.
Terjemahan
Ya Allah! Berikanlah hidayah kepada saya di antara orang-orang yang Engkau beri hidayah. Berikanlah kesehatan kepada saya di antara orang-orang yang Engkau beri kesehatan. Jadikanlah saya teman di antara orang-orang yang Engkau jadikan teman. Berkahilah nikmat yang Engkau berikan kepadaku. Lindungilah saya dari kejahatan apa yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya, keputusan adalah milik-Mu, tidak ada yang dapat memutuskan terhadap-Mu. Siapa yang Engkau jadikan teman tidak akan pernah terhina. Siapa yang Engkau musuhi tidak akan pernah terhormat. Wahai Tuhan kami! Engkau Maha Suci dari segala kekurangan dan Maha Tinggi. Segala puji bagi-Mu atas keputusan yang Engkau berikan. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Semoga salawat dan salam Allah tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya.
Dasar Fikih
Para Syafi'i berpegang pada hadis 'Nabi Muhammad terus membaca Kunut dalam shalat subuh hingga beliau wafat'. Dalam shalat fardhu subuh, Kunut dibaca setelah bangkit dari ruku pada rakaat kedua. Jika ditinggalkan, maka diperlukan sujud sahwi.
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ، وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرُكَ وَلَا نَكْفُرُكَ، وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ.
اَللّٰهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ الْجِدَّ، إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ.
Pelafalan
Allâhümme innâ neste'înüke ve nesteğfiruk. Ve nü'minü bike ve netevekkelü aleyk. Ve nüsnî aleyke'l-hayra küllehû neşkürüke ve lâ nekfürük. Ve nahleu ve netrukü men yefcürük.
Allâhümme iyyâke na'büdü ve leke nüsallî ve nescüd. Ve ileyke nes'â ve nahfid. Nercû rahmeteke ve nahşâ azâbeke'l-cidd. İnne azâbeke bi'l-küffâri mülhık.
Terjemahan
Ya Allah! Kami memohon pertolongan kepada-Mu dan memohon ampunan atas dosa-dosa kami. Kami beriman kepada-Mu dan bertawakkal kepada-Mu. Kami memuji-Mu dengan segala kebaikan. Kami bersyukur kepada-Mu dan tidak mengingkari nikmat-Mu. Kami meninggalkan dan menjauh dari orang-orang yang durhaka kepada-Mu dan yang melampaui batas.
Ya Allah! Hanya kepada-Mu kami menyembah, hanya untuk ridha-Mu kami shalat dan sujud. Kami berlari menuju rahmat-Mu dan tunduk kepada perintah-Mu. Kami berharap akan rahmat-Mu yang tiada batas dan takut akan azab-Mu yang nyata dan keras. Sesungguhnya azab-Mu yang hak akan pasti menimpa orang-orang kafir.
Dasar Fikih
Mazhab Maliki juga memutuskan bahwa Kunut harus dibaca setiap hari. Namun, mereka membaca Kunut sebelum ruku (setelah membaca Al-Qur'an) dan mengangkat suara saat membacanya adalah makruh; membacanya secara pelan (hafi) adalah sunnah.
[Sadece Felaket Anlarında Kunut-u Nevâzil Okunur]
Pelafalan
[Normal günlerde Sabah namazında okunmaz.]
Terjemahan
[Bidang ini dibiarkan kosong sesuai dengan kaidah fikih.]
Dasar Fikih
Mazhab Hanbali, seperti mazhab Hanafi, tidak menerima bahwa Kunut harus dibaca dalam shalat subuh pada hari-hari biasa. Hanya dalam keadaan bencana yang sangat mengguncang masyarakat Islam (Nawazil), Kunut-u Nawazil dapat dibaca dalam shalat subuh dengan perintah pemimpin negara.