Kisah Teladan - Kisah-Kisah Orang yang Memilih Saudaranya di Atas Diri Sendiri (Isar)

Kisah yang Mengakhiri Ketidaksabaran: Kesabaran dan Solidaritas

Suatu ketika, di sebuah desa, tinggal dua saudara yang saling terhubung. Keduanya miskin, tetapi hati mereka kaya, dan jiwa mereka penuh dengan pengorbanan. Suatu hari, desa mengalami kelaparan besar. Orang-orang saling berkonflik karena takut kelaparan. Salah satu saudara, ketika meninggalkan rumah untuk mengambil makanan terakhir mereka, saudara lainnya tetap di rumah dengan harapan yang belum padam. Sepanjang perjalanan, ia memikirkan kebutuhan dirinya sendiri sambil juga memikirkan saudaranya. Suatu hari, sebuah pemikiran gila terlintas di benaknya; bisakah ia menemukan sepotong roti untuk saudaranya? Setelah pencarian yang panjang, ia menemukan sepotong roti yang jatuh di tanah. Ia segera kembali dan berkata kepada saudaranya, 'Inilah roti yang kutemukan, makanlah!' Saudaranya, dengan pikiran yang cerdas yang mengenali suara perutnya yang keroncongan, menjawab, 'Kau juga makan! Kau juga lapar!' Keduanya saling memandang dan tersenyum, lalu membagi sisa potongan roti dan berkata, 'Jika kita kaya, kita akan bersama, saudaraku. Masa-masa sulit akan berlalu,' sambil memperbarui kepercayaan mereka satu sama lain. Di hari-hari kelaparan, mereka menemukan betapa besar kekuatan rasa persaudaraan dan berbagi. Kisah ini adalah sebuah epik yang langka yang menggambarkan kebesaran iman dan pengorbanan.

Kisah Teladan