Kisah yang Menghibur Mereka yang Diuji dengan Penyakit
"Penyakit mewakili salah satu masa tersulit dalam hidup manusia dan rasa sakit adalah ujian yang tidak hanya bersifat fisik tetapi juga spiritual. Kisah seorang pria buta menunjukkan bagaimana kekurangan fisik dapat memiliki nilai spiritual. Kisah ini mengandung pelajaran penting tentang bagaimana seseorang dapat berbuat baik bahkan ketika diuji dengan penyakit dan bagaimana ia bertahan dengan sabar. Belajar untuk bersyukur dan bersabar dalam proses penyakit dapat menjadi kekuatan spiritual."
Suatu hari, seorang pria buta bertanya kepada seorang pejalan kaki yang mendekatinya, 'Apa yang bisa kau ceritakan kepada seseorang yang buta sepertiku?' Pejalan kaki itu menjawab, 'Aku tidak datang untuk menceritakan keindahan dunia, tetapi apakah kau membutuhkan matamu? Aku tidak tahu, tetapi aku mengajakmu untuk bersyukur.' Pria buta mulai merenungkan kata-kata ini dan menceritakan kisahnya: 'Aku buta sejak lahir, tetapi aku telah belajar untuk bersyukur sepanjang hidupku. Rasa syukurku kepada Allah membuatku berdamai dengan dunia, bahkan ketika aku tidak memiliki kemampuan untuk melihat, aku menyadari bahwa aku merasakan lebih dari yang bisa dilihat.' Pria itu menceritakan bahwa ia telah mengalami berbagai penyakit selama bertahun-tahun, tetapi ia melewati proses tersebut dengan sabar dan penuh rasa syukur. Pejalan kaki yang terpengaruh oleh kata-kata ini menghormati pria buta itu dengan berkata, 'Kau mungkin tidak memiliki mata, tetapi matamu ada; hatimu bisa melihat.' Sejak hari itu, ia merenungkan di depan orang-orang yang sakit dan menderita; ia menerima penyakit dan musibah, dan terus bersyukur.