Kisah Teladan - Tobat dan Kenaikan Bişr-i Hafi ke dalam Keberkahan

Kesempatan untuk Merenungkan Kisah bagi Mereka yang Mencari Pemahaman dalam Keluarga

Bişr-i Hafi, di tahun-tahun mudanya, telah meninggalkan semua kejahatan di belakangnya. Bukan hanya karena ia tidak bersyukur, tetapi juga karena ia melupakan surga di dalam hatinya. Suatu hari, seorang dervish yang datang ke desanya berdoa di depan seluruh jamaah. Bişr, saat menyaksikan pemandangan ini, merasakan ketidaknyamanan yang mendalam; ia merasakan getaran di dalam jiwanya. Pikiran pertama yang terlintas di benaknya adalah keinginan untuk membersihkan diri. Di malam hari, dalam mimpinya, ia melihat dervish itu berbicara kepadanya; 'Buah di dalam dirimu, ketika disiram dengan sabar, akan mekar dengan bunga yang paling indah.' Sementara hidup lamanya berputar di pikirannya, perasaan penyesalan menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia segera mengambil keputusan. Dengan cahaya pagi yang pertama, ia mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang dicintainya dan menjauh dari desa. Pada hari itu, ia kembali ke masa lalunya dengan doa-doa dan mulai membersihkan kedalaman hatinya. Kemudian di setiap tempat yang ia kunjungi, ia berusaha berbuat baik dengan mengingat Allah. Bişr kini akan menjadi nama yang menyentuh hati bukan hanya miliknya, tetapi juga milik semua orang.

Kisah Teladan