Kesabaran dan Tawakkul
Kesabaran dan tawakkul adalah salah satu kebajikan dasar dalam Islam, yang mengekspresikan kepercayaan dan penyerahan diri orang-orang beriman kepada Allah. Kesabaran mencakup ketahanan di tengah kesulitan dan menerima takdir Allah, sedangkan tawakkul adalah menyerahkan hasil kepada Allah setelah berusaha sekuat tenaga. Kedua konsep ini membantu orang-orang beriman menghadapi kesulitan dalam kehidupan dunia dan meraih kebahagiaan di akhirat. Para ulama Islam menyatakan bahwa sabar dan tawakkul adalah tanda iman yang dalam yang harus berakar di hati orang-orang beriman. Dalam konteks ini, hadis sahih mengajarkan kita pentingnya sabar dan tawakkul serta bagaimana menjalani kebajikan ini.
إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى
"Kesabaran hanya ditunjukkan pada saat kejutan pertama."
Kesabaran sejati adalah reaksi yang ditunjukkan pada saat pertama kali terjadi peristiwa. Orang-orang beriman harus bersikap tenang menghadapi peristiwa mendadak.
مَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ
"Siapa yang berusaha untuk bersabar, Allah akan memberinya kesabaran."
Kesabaran dapat diperoleh dengan usaha, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha tersebut.
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Siapa yang bertawakkal kepada Allah, Dia cukup baginya."
Siapa yang percaya kepada Allah, tidak memerlukan yang lain. Tawakkul menarik pertolongan Allah.
عَجَبًا لأَمْرِ المُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ
"Betapa mengagumkannya urusan orang beriman! Segala urusannya adalah kebaikan."
Orang beriman menemukan kebaikan dalam setiap situasi yang dihadapinya; karena dengan sabar dan syukur, ia mengubah setiap keadaan menjadi keuntungan.
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar."
Allah membantu hamba-Nya yang sabar dan tidak akan pernah meninggalkan mereka sendirian.