Pengendalian Kemarahan dan Hilm

Kemarahan adalah salah satu reaksi emosional manusia yang, jika tidak dikendalikan, dapat menimbulkan dampak negatif bagi individu dan masyarakat. Islam mendorong untuk mengendalikan kemarahan dan bersabar. Hilm, yaitu sifat lembut dan mengatasi kemarahan, adalah sebuah kebajikan yang sering ditekankan oleh Nabi Muhammad (s.a.w.). Dalam hadis-hadis, terdapat berbagai nasihat untuk melindungi diri dari bahaya kemarahan dan mengadopsi hilm. Hadis-hadis ini mengandung pelajaran penting yang akan membantu umat Muslim menjalani kehidupan yang lebih damai dan seimbang.

01

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

"Orang yang kuat bukanlah yang mengalahkan lawannya dalam bergulat, tetapi yang dapat mengendalikan dirinya saat marah."

Sahih-i Buhari, Edeb 18

Kekuatan sejati terletak pada kemampuan untuk mengendalikan diri saat marah.

02

مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنَفِّذَهُ، دَعَاهُ اللَّهُ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ مَا شَاءَ

"Barangsiapa menahan kemarahannya padahal ia mampu untuk melaksanakannya, Allah akan memanggilnya di hadapan makhluk pada hari kiamat dan memintanya untuk memilih dari bidadari sesuai kehendaknya."

Sünen-i Tirmizi, Birr 58

Bagi mereka yang mengendalikan kemarahan, janji pahala besar di akhirat telah dijanjikan.

03

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

"Jika salah satu di antara kalian marah, hendaknya ia diam."

Sünen-i Ebu Davud, Edeb 3

Diam saat marah adalah salah satu cara untuk terhindar dari kata-kata dan tindakan yang salah.

04

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ

"Jika salah satu di antara kalian marah saat berdiri, hendaknya ia duduk; jika kemarahannya belum reda, hendaknya ia berbaring."

Sünen-i Ebu Davud, Edeb 4

Perubahan posisi fisik dapat membantu meredakan kemarahan.

05

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam."

Sahih-i Buhari, Edeb 31

Berpikir sebelum berbicara dan mengucapkan kata-kata yang baik adalah salah satu cara untuk terhindar dari bahaya kemarahan.